STMI

Artikel Jurnal

    Judul: MINIMASI CACAT PRODUK BRACKET CENTER SUPPORT BEARING CUP A D01N DENGAN METODE DMAIC DI PT NUSA INDAH JAYA UTAMA
    Penulis: Juhari Mas'udi, Hasan Sudrajat, Lidya Febriani
    Jurnal/Volume: Jurnal Teknologi dan Manajemen Volume 17 No 1 Februari 2019
    Abstrak:
    PT Nusa Indah Jaya Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur untuk memproduksi komponen otomotif kendaraan mobil dan motor. Produk yang dihasilkan salah satunya adalah Bracket Center Support Bearing Cup A D01N yang berfungsi sebagai dudukan pada jok depan kendaraan mobil. Namun, dalam pelaksanaannya produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar dan dijumpai kecacatan pada produk tersebut. Berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data cacat produk Bracket Center Support Bearing Cup A D01N pada bulan April Juni 201 7 diketahui bahwa rata-rata persentase cacat terbesar, yaitu 10,06%.Tingginya persentase cacat tersebut maka perusahaan perlu melakukan perbaikan kualitas untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, digunakan metode Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) dalam pemecahan masalah tersebut. Tahap define terpilih produk Bracket Center Support Bearing Cup A D01N sebagai produk yang memiliki persentase cacat terbesar dibandingkan j enis produk lainnya. Pada tahap measure diperoleh karakteristik kualitas atau Critical to Quality (CTQ) yang ditemukan pada proses pembuatan produk Bracket Center Support Bearing Cup A D01N, yaitu renggang. Karakteristik kualitas (CTQ) ditentukan dengan diagram Pareto yang dibuat. Selanjutnya dibuat peta kendali p untuk mengetahui data produk berada dalam batas kendali atau tidak sehingga dapat dilakukan analisis untuk mengetahui penyebab masalah terse but. Selanjutnya dilakukan perhitungan DPMO sebesar 16. 771 pieces dan level sigma yang dikonversikan sebesar 3,6256. Pada tahap analyze dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab-akibat untuk mengetahui akar permasalahan yang berpengaruh terhadap cacat tersebut. Faktor yang mempengaruhi terjadinya cacat tersebut ialah faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan. Faktor manusia disebabkan kurangnya skill operator dalam melakukan setting dies, faktor mesin disebabkan karena kurang perawatan terhadap dies yang digunakan menyebabkan dies menjadi aus, faktor metode disebabkan karena tidak adanya Standard Operation Procedure (SOP), dan faktor lingkungan disebabkan karena kurangnya sirkulasi udara. Permasalahan atau kegagalan tersebut diperbaiki pada tahap improve dengan melakukan perawatan terhadap dies yang digunakan dan memasang kipas angin atau exhaust untuk mengurangi suhu pabrik yang panas. Tahap control dilakukan setelah implementasi perbaikan. Hasil implementasi perbaikan diperoleh penurunan nilai DPMO dari 16.771 menjadi 15.301 dan mengalami peningkatan level sigma dari 3,6256 menjadi 3,6622.
    Kata Kunci: CTQ; DPMO; Diagram Sebab-akibat; Level Sigma; DMAIC
    Isi: